KAU

-Kau-
Kau, bersama kejalanganmu
Mengupasku..
Menguliti satu persatu kelopak mataku
Bola-bolanya meluruh menjadi pemikiran bertinta
Kutadahkan dalam kertas
Beruntai beruba menjadi sesuatu
Sedikit mengena seperti interpretasimu
Lalu kutebar saat langit sedang gelap berangin
Mengharap hanya butir hujan membacanya
Kuyub, basah terhanyut ke hilir yang jauh
Karena tak banyak orang untuk sanggup tahu
Tentang mimpiku dan sebagian mimpimu: untuk tetap hidup seribu tahun lagi

Komentar

Postingan Populer