Kopi & Teh
Rasa haus di pangkal lidah
Tahan.. Iya, begitu lama
Bisaku hanya menelan ludah
Kering
Entah mungkin telah jauh hilangnya air
Menjadikanku pencarinya hingga batas ujung tak kenal waktu
Yang nyatanya tidak setegukpun sinkron dengan detikan jam di tanganmu
Disana, aku masih kehilangan unsur penting
Iya, bukan hanya masalah waktu
Maka tak bisa lagi ada untukku kopi dan teh
Kopi dari satu cangkir hitam kental
Dan teh cokelat bening panas tidak menyengat
Pekat, hangat
Seperti dulu kawan...
Saat detikan jam di tanganmu belum terpeleset. Belum
Untuk ketanpa-batasan tegukan kopi dan teh
Bersamamu
Tahan.. Iya, begitu lama
Bisaku hanya menelan ludah
Kering
Entah mungkin telah jauh hilangnya air
Menjadikanku pencarinya hingga batas ujung tak kenal waktu
Yang nyatanya tidak setegukpun sinkron dengan detikan jam di tanganmu
Disana, aku masih kehilangan unsur penting
Iya, bukan hanya masalah waktu
Maka tak bisa lagi ada untukku kopi dan teh
Kopi dari satu cangkir hitam kental
Dan teh cokelat bening panas tidak menyengat
Pekat, hangat
Seperti dulu kawan...
Saat detikan jam di tanganmu belum terpeleset. Belum
Untuk ketanpa-batasan tegukan kopi dan teh
Bersamamu


Komentar
Posting Komentar
Add your comment!